Jelang Akhir Tahun, Progres Bangunan Pasar Buah Baru 83 Persen

Bangunan pasar buah belum selesai

TANJUNG SELOR - Gunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang berasal dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Pembangunan sarana perdagangan yang berlokasi di lokasi Pasar Induk Tanjung Selor Jalan Sengkawit di deadline selesai 31 Desember 2021 harus selesai. 

"Laporan yang saya terima dari Kepala Dinas KUKMPP Bulungan, target penyelesaiannya hingga akhir tahun diselesaikan," ujar Bupati Bulungan Syarwani, Senin 20 Desember 2021. 

Hanya saja di lapangan, progres pembangunan baru mencapai 83 persen terlihat para pekerja masih melakukan pengerjaan. Pantauan media benuanta.co.id, atapnya baru separuh yang terpasang dan pekerjaan lain para pekerja masih sibuk dengan pemasangan batu bata untuk lapak atau los. 

"Kita masih menunggu, barangkali belum berakhir masa kontrak hingga akhir tahun. Tentu ini menjadi catatan dan evaluasi," jelasnya. 

Terlebih dari tim Kementerian Perdagangan telah melakukan peninjauan bangunan beberapa hari lalu. Ada catatan dan evaluasi yang harus dipenuhi kontraktor agar diselesaikan. Pihaknya memastikan pembangunan harus selesai sebelum akhir tahun 2021. 

"Kalau komitmen dari pelaksana, kontraktor ataupun stakeholder yang bekerja disana tentu ada komitmen dia menyelesaikan di tahun ini," bebernya. 

Kalaupun tidak, mantan Ketua DPRD Bulungan ini mengatakan pelaksana tentunya memikirkan harus ada cara lain bagaimana bangunan itu bisa selesai. 

"Tentu dengan konsekuensi, jika adapenambahan hari hingga 50 hari kedepan, artinya pembangunan sampai tahun 2022," paparnya. 

Syarwani menjelaskan fungsi bangunan itu nantinya untuk pedagang yang berjualan buah. Dimana pihaknya buatkan regulasi siapapun penjual buah didalam Pasar Induk maka tidak boleh berjualan ditempat lain selain bangunan yang sudah disediakan dan hanya diperuntukkan berjualan buah. 

"Ini butuh ketegasan, makanya saya instruksikan kepada Kepala Dinas KUKMPP bersama jajarannya, semua pedagang buah didalam pasar di inventarisasi dan didata," tuturnya. 

"Saat kita geser ke bangunan baru setelah selesai, maka posisi lapakan dalam pasar harus nol atau kosong. Mereka tidak boleh lagi kembali kesana, itu akan kita fokuskan untuk dagang klontongan atau sayur mayur," tambahnya. 

Sementara itu Kepala Dinas KUKMPP Bulungan, Asmuni menambahkan los atau lapak yang terbangun sebanyak 198 unit berbentuk prototipe dengan luasan 1 meter kali 1,5 meter. 

"Permintaan pak Bupati ini los buah dan luasannya kalau ada kelonggaran akan kita berikan 1 kali 2 meter kita lihat kondisi," ucapnya. 

Untuk diketahui besaran anggaran yang digunakan pembangunan sarana perdagangan ini sebesar Rp 5.301.681.321.30 dengan pelaksanaan hingga 160 hari kalender. Dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Kaltara Prima dan konsultan pengawas CV Nusanive.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas PUPR Bulungan Turunkan Tim Burat Keruk Parit Jalan Salak

DPD Beri Restu, Muncul Nama Calon Tunggal Jadi Ketua DPC

Norhayati Cabut Gugatan Terhadap Megawati Soekarnoputri